Kisah Perjuangan Shierly "Memburu" Jokowi

155 komentar

2019-01-07 14:50:01

image

Foto: Istimewa

Namanya Shierly Lin. Ia tinggal di Jombang, kota kecil di Jawa Timur. Namanya kini ramai diperbincangkan terutama di kalangan seniman di Jawa Timur karena keahlian 'drawing'-nya yang hiper-realis. Bintang-bintang Boolywood pernah dilukisnya dan bahkan ada yang bertemu langsung dengan Shierly karena penasaran dengan hasil lukis potret yang diunggahnya ke media sosial.

Pun tokoh-tokoh dalam negeri. Bung Karno dan Gus Dur sudah digambarnya, dan yang membuatnya dikenal sekarang adalah ketika menggambar Jokowi, presiden yang dikaguminya.

Shierly memiliki jalan hidup yang unik sekaligus menunjukkan daya juang dan kreativitas yang tinggi.

Sejak mengikuti les lukis waktu SD, Shierly aktif mengikuti lomba-lomba melukis di Jombang dan Surabaya, dan beberapa kali meraih kejuaraan. Beranjak besar ia tetap aktif melukis sebagai hobi, hingga ia memutuskan kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Kristen Petra Surabaya. Melukis potret semakin ia dalami.

Shierly masuk kuliah tahun 2003 dan lulus tahun 2007. Setelah lulus ada musibah pada mata kanannya, akibat salah penanganan (malpraktik) dokter mata. Matanya harus dioperasi hingga 5 kali, tapi pada akhirnya mata kanan Shierly justru tidak berfungsi untuk melihat, hanya cahaya saja yang tertangkap.

Shierly mulai melukis wajah Jokowi di akhir 2017, dan selesai awal Januari 2018 menggunakan media charcoal pencil. Sebelumnya Shierly juga melukis wajah Ahok, dan semenjak itu ia mulai lebih dikenal di Indonesia.

Pada Desember 2017 itu Shierly memiliki keinginan kuat untuk melukis wajah Jokowi karena kagum dengan sosoknya dan memang berencana akan menyerahkan sendiri lukisan itu kepada Jokowi meskipun tidak tahu bagaimana caranya.

Ob1.jpeg

Setelah lukisan wajah Jokowi selesai, ia unggah foto dirinya memegang lukisan wajah Jokowi di Facebook pada 14 Januari 2018 disertai tulisan "Semoga ada kesempatan untuk menyerahkan langsung pada Pak Jokowi. My wish. Amin." Sebuah harapan yang entah kapan terjadi.

Saat yang tak diduganya pun datang. Dua hari sebelum Jokowi berkunjung ke Jombang, Shierly dijapri oleh temannya, menanyakan apakah lukisannya sudah diberikan kepada Pak Jokowi? Ia jawab “belum”. Lalu temannya itu mengajaknya untuk memberikan kepada Jokowi saat Presiden RI itu berkunjung ke Jombang, pada 18 Desember 2018.

Kesempatan itu tak ia sia-siakan. Sherly kemudian datang ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng pukul 11 siang untuk menunggu Jokowi. Namun, oleh Paspamres ia tidak dibolehkan masuk karena tidak mempunyai ID Card dan Shierly diketahui membawa tas berisi lukisan. Rupanya tidak boleh ada serah terima barang apapun.

Kemudian oleh Paspampres ia dianjurkan untuk ke destinasi Jokowi selanjutnya yaitu di acara peresmian Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari. Namun saat ia datang di museum, ia malah didatangi oleh Paspampres yang sama dan kembali melarangnya untuk menyerahkan lukisan dengan alasan karena acara kenegaraan, tidak ada acara serah terima.

Tak mau berputus asa, ia kemudian bersama temannya langsung menuju ke Ponpes Bahtul Ulum, Tambakberas, Jombang, dan menunggu sampai acara selesai. Kali ini ia masuk dengan ID Card! Gembiranya bukan main saat itu. "Dengan dibantu oleh beberapa teman Pondok Bahrul Ulum dan Banser yang menjamin keberadaan saya dan lukisan yang saya bawa, akhirnya Paspampres mengizinkan saya untuk menyerahkan lukisan setelah lukisan saya diperiksa," tutur Shierly.

Saat Jokowi selesai acara, ia akhirnya berhasil menyerahkan lukisan itu dan bahkan Jokowi meminta Shierly untuk berfoto bersamanya.

Begitulah Shierly, yang telah memberi inspirasi tentang semangat, optimisme yang membara, dan perjuangan untuk mewujudkan harapan.

ob3.jpeg


Komentar

Ingin berkomentar? Download Jokowi App